Baca dulu jangan keburu di close tdak sampai 5 menit...
Dialog Antara Rasulullah dan Iblis
Rasulullah bertanya :
Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku hendak Sholat ?
Iblis menjawab:
Aku merasa Panas dingin dan gementar.
Rasulullah, Kenapa ???
Iblis, Sebab setiap manusia berSujud 1X kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 Derajat buatnya.
Rasulullah, Jika seorang umatku berpuasa ?.
Iblis, Tubuhku terasa terikat hingga dia berbuka.
Rasulullah, Jika ia menunaikan Ibadah haji ?.
Iblis, Aku seperti orang Gila.
Rasulullah, Jika ia membaca Al-Qur'an ?.
Iblis, Aku merasa meleleh laksana air timah di atas Api.
Rasulullah, Jika ia bersedekah ?.
Iblis, Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.
Rasulullah, Mengapa bisa begitu ?.
Iblis, Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya, yaitu :
1. Keberkahan dalam hartanya,
2. Hidupnya penuh dengan keberkahan dan dimuliakan Allah,
3. Sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka,
4. Terhindar dari segala macam musibah akan terjauh darinya.
Rasulullah, Apa yang dapat mematahkan pinggangmu ?
Iblis, Suara unta, perang di jalan Allah, yang membela Agama Allah.
Rasulullah, Apa yang dapat melelehkan tubuhmu ?.
Iblis, orang yang bertaubat, setiap saat (Taubatan Nasuha).
Rasulullah, Apa yang dapat membakar hatimu?.
Iblis, Istighfar di waktu siang dan malam.
Rasulullah, Apa yang dapat mencoreng wajahmu ?.
Iblis, Sedekah yang diam-diam.
Rasulullah, Apa yang dapat menusuk matamu ?.
Iblis, Shalat fajar.
Rasulullah, Apa yang dapat memukul kepalamu ?.
Iblis, Shalat berjamaah dimasjid.
Rasulullah, Apa yang paling mengganggumu ?.
Iblis, Para ulama, pemuka-pemuka agama.
Rasulullah, Bagaimana cara makanmu ?.
Iblis, Dengan Tangan kiri dan jariku.
Rasulullah, Dimanakah kau menaungi anak-anakmu di musim panas ?.
Iblis, Dibawah kuku Manusia, yang kotor dan yang sengaja di panjangkan.
Rasulullah, Siapa temanmu wahai iblis ?.
Iblis, Pezina, penipu, pembohong, dlln.
Rasulullah, Siapa teman tidurmu ?.
Iblis, Pemabuk.
Rasulullah, Siapa tamumu ?.
Iblis, Pencuri.
Rasulullah, Siapa utusanmu ?.
Iblis, Tukang Sihir (Dukun).
Rasulullah, Apa yang membuatmu Gembira ?.
Iblis, Orang yang bertengkar dan bersumpah untuk cerai.
Rasulullah, Siapa Manusia yang paling membahagiakanmu ?.
Iblis, Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja.
Rasulullah Shalallahu'Alaihi Wa sallam bersabda:
Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala. (HR. Al-Bukhari).
Minggu, 19 Mei 2019
Cerita teman saya yg perempuan
Kamis lalu saya general check up tahunan seperti biasa saya lakukan setelah ulang tahun. Salah satunya tes Vit D.
Hasil tes secara umum, untuk seumur saya ini, bagus.
Tapi saya defisiensi vit D. Angka saya 9.9 dari seharusnya 30-100. Saya bawa hasil tersebut ke dokter spesialis di Bandung.
Saya terkejut dg fakta yg dibeberkan dokter tsb. Perempuan Indonesia rata2 defisiensi vit D. Angkanya 3-6. Jadi angka saya lebih baik dari rata2 walaupun tetap defisiensi.
Nah, defisiensi ini juga dialami perempuan Mesir, Arab, Qatar dsb. Kenapa? Karena dg matahari berlimpah, kita justru cenderung menghindarinya. Kita takut berjemur. Takut hitam kena matahari. Sementara di Eropa, karena matahari ini barang mewah, malah ditunggu2. Berjemur menjadi kebiasaan. Saat musim dingin, mereka konsumsi vit D.
Jadi, perempuan Indonesia itu ibarat tikus mati di lumbung padi. Matahari berlimpah, tapi ga mau kena matahari. Takut fleks dsb. Padahal kekurangan vit D berdampak pada keropos tulang, lupus, kanker, lemas lesu, dan penyakit2 lainnya.
Apakah bs dibantu pakai makanan? Makanan mengandung vit D seperti salmon, susu dsb hanya bisa distimulus di tubuh kita kalau tubuh kita dipaparkan pd matahari. Kalau hanya meningkatkan konsumsinya, bahkan dengan vitamin D dosis tinggi, ga akan efektif tanpa matahari.
Jadi saya sekarang minum Vit D 5000iu setiap hari ditambah dengan berjemur 10 menit di bawah matahari .
Ayo ibu2 jelita dan lolita hangatkan diri setiap pagi dg vit D gratis dari Tuhan yaitu sinar matahari yg berlimpah di bumi Indonesia.
Jangan sampai belum usia menginjak 70th, kita sudah bertongkat sementara teman2 perempuan di Eropa masih bisa jalan2 ke mana2...
Vitamin D akan menjaga kesehatan tulang, sistem imun kita dari tidak mudah batuk pilek hingga terhindar dari penyakit autoimmune, diabetes, obesitas, kanker dan bahkan kepikunan.
Demikian.
Sekedar berbagi dan semoga bermanfaat.
Selamat menikmati sinar matahari
Salam Sehat,
Dr. Susi Herawaty
Hasil tes secara umum, untuk seumur saya ini, bagus.
Tapi saya defisiensi vit D. Angka saya 9.9 dari seharusnya 30-100. Saya bawa hasil tersebut ke dokter spesialis di Bandung.
Saya terkejut dg fakta yg dibeberkan dokter tsb. Perempuan Indonesia rata2 defisiensi vit D. Angkanya 3-6. Jadi angka saya lebih baik dari rata2 walaupun tetap defisiensi.
Nah, defisiensi ini juga dialami perempuan Mesir, Arab, Qatar dsb. Kenapa? Karena dg matahari berlimpah, kita justru cenderung menghindarinya. Kita takut berjemur. Takut hitam kena matahari. Sementara di Eropa, karena matahari ini barang mewah, malah ditunggu2. Berjemur menjadi kebiasaan. Saat musim dingin, mereka konsumsi vit D.
Jadi, perempuan Indonesia itu ibarat tikus mati di lumbung padi. Matahari berlimpah, tapi ga mau kena matahari. Takut fleks dsb. Padahal kekurangan vit D berdampak pada keropos tulang, lupus, kanker, lemas lesu, dan penyakit2 lainnya.
Apakah bs dibantu pakai makanan? Makanan mengandung vit D seperti salmon, susu dsb hanya bisa distimulus di tubuh kita kalau tubuh kita dipaparkan pd matahari. Kalau hanya meningkatkan konsumsinya, bahkan dengan vitamin D dosis tinggi, ga akan efektif tanpa matahari.
Jadi saya sekarang minum Vit D 5000iu setiap hari ditambah dengan berjemur 10 menit di bawah matahari .
Ayo ibu2 jelita dan lolita hangatkan diri setiap pagi dg vit D gratis dari Tuhan yaitu sinar matahari yg berlimpah di bumi Indonesia.
Jangan sampai belum usia menginjak 70th, kita sudah bertongkat sementara teman2 perempuan di Eropa masih bisa jalan2 ke mana2...
Vitamin D akan menjaga kesehatan tulang, sistem imun kita dari tidak mudah batuk pilek hingga terhindar dari penyakit autoimmune, diabetes, obesitas, kanker dan bahkan kepikunan.
Demikian.
Sekedar berbagi dan semoga bermanfaat.
Selamat menikmati sinar matahari
Salam Sehat,
Dr. Susi Herawaty
SEDAMAI DI SINI @salimafillah
Pernahkah ada yang menghitung; kiranya ada berapa perbedaan fiqih yang terjadi di Masjidil Haram ini? Tentang melafal niat, tentang sedekap, tentang iftitah, tentang letak tangan saat i'tidal, tentang telapak atau lutut dulu yang turun sujud, tentang letak kaki saat duduk, hingga tentang berapa kali salam yang termasuk rukun?
Dan dapatkah kita pulang ke tanah air dengan tetap selapang dada ketika di sini?
Bukankah sesuatu yang ikhtilaf, apalagi jika bertolak belakang, meniscayakan yang satu benar sedangkan yang lain keliru? Dalam soal pokok-pokok agama dan dasar-dasar ‘aqidah yang disepakati oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah, demikianlah adanya. Tetapi dalam perkara furu’iyah fiqhiyah, para ‘ulama memiliki penjelasan. Berikut ini sebuah contoh yang sering dikutip.
Adalah Nabi ﷺ bersabda kepada rombongan pasukan yang akan berangkat ke Benteng Bani Quraizhah setelah perang Ahzab, “Jangan kalian shalat ‘Ashr kecuali di Bani Quraizhah!” Kemudian sariyah inipun bergerak menuju perkampungan Yahudi di bagian atas Kota Madinah itu.
Ternyata, sebelum barisan ini sampai ke Bani Quraizhah, waktu ‘Ashr telah hampir habis. Maka merekapun terbelah dalam silang pendapat. Sebagian sahabat memutuskan berhenti untuk shalat ‘Ashr. Sebagian yang lain jalan terus.
Yang berhenti beranggapan bahwa sabda Nabi, “Jangan shalat ‘Ashr kecuali di Bani Quraizhah” mengandung makna kiasan bahwa mereka harus segera berangkat dan bergegas dalam berjalan agar cepat sampai ke tujuan. Makna itu tak menghapus ketentuan bahwa shalat ‘Ashr harus ditunaikan pada waktunya.
“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.” (QS An Nisaa’ [4]: 103)
Bagi para sahabat yang berhenti, adalah tidak mungkin melanggar batas waktu ‘Ashr dengan menunaikannya nanti. Mereka telah memperhitungkan, secepat apapun mereka gesakan, Benteng Bani Quraizhah baru akan mereka capai jauh setelah mentari terbenam. Andai menjama’ shalat ‘Ashr dengan Maghrib ada dalilnya, tentu mereka akan maju terus. Tapi tidak. Mereka memutuskan harus shalat sekarang.
Adapun para sahabat yang terus berjalan berpendapat bahwa sabda Rasulullah ﷺ itu mutlak sebagai perintah seorang panglima. Mereka tidak boleh shalat ‘Ashr kecuali di Bani Quraizhah. Dalam perintah tersebut, yang ditentukan dan ditetapkan oleh Sang Nabi adalah tempatnya, bukan waktunya. Bagi mereka, menyelisihi perintah Rasulullah ﷺ adalah kedurhakaan dan pelanggaran berat. Maka merekapun jalan terus meski belum shalat ‘Ashr dan waktunya sudah habis.
Mari perhatikan bahwa bagi mereka yang berhenti, anggota pasukan yang berjalan terus itu berdosa karena tidak shalat ‘Ashr pada waktunya. Pun sebaliknya, bagi yang melanjutkan perjalanan, para prajurit yang berhenti itu berdosa karena menyelisihi perintah Rasulullah ﷺ dengan shalat tidak di tempat yang telah beliau tentukan. Betapa rumit kedua fahaman.
Tapi apa yang terjadi ketika seusai tuntasnya tugas mereka menghadap Rasulullah ﷺ dan saling melaporkan? Nabi tak menyalahkan siapapun. Sama sekali.
Perbedaan hatta dalam hal sedahsyat ini tak terletak pada ranah "haq" dan "bathil". Yang dibicarakan adalah mana yang "tepat" dan mana yang "lebih tepat menurut kami".
Sebagai penutup, kata sahibul hikayat, satu saat ada jama'ah haji Indonesia bernama Pak Jumadi sedang melaksanakan shalat sunnah. Jama'ah dari Pakistan yang ada di sampingnya memperhatikan dengan sangat serius. Dilihatnya ada beberapa perbedaan tatacara dibanding Madzhab Hanafi yang dianutnya.
Maka seusai shalat dia bertanya, "Enta Syafi'i?"
Jama'ah Indonesia kita menjawab dengan sangat mantap sambil menjabat tangannya dengan erat, "Laa. Ana Jumadi."
Dan sang Pakistani pergi sambil berdecak-decak dan menggelengkan kepala. Mungkin dia pikir, "Madzhab macam mana pula lagi itu Jumadi?"😆
Dan dapatkah kita pulang ke tanah air dengan tetap selapang dada ketika di sini?
Bukankah sesuatu yang ikhtilaf, apalagi jika bertolak belakang, meniscayakan yang satu benar sedangkan yang lain keliru? Dalam soal pokok-pokok agama dan dasar-dasar ‘aqidah yang disepakati oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah, demikianlah adanya. Tetapi dalam perkara furu’iyah fiqhiyah, para ‘ulama memiliki penjelasan. Berikut ini sebuah contoh yang sering dikutip.
Adalah Nabi ﷺ bersabda kepada rombongan pasukan yang akan berangkat ke Benteng Bani Quraizhah setelah perang Ahzab, “Jangan kalian shalat ‘Ashr kecuali di Bani Quraizhah!” Kemudian sariyah inipun bergerak menuju perkampungan Yahudi di bagian atas Kota Madinah itu.
Ternyata, sebelum barisan ini sampai ke Bani Quraizhah, waktu ‘Ashr telah hampir habis. Maka merekapun terbelah dalam silang pendapat. Sebagian sahabat memutuskan berhenti untuk shalat ‘Ashr. Sebagian yang lain jalan terus.
Yang berhenti beranggapan bahwa sabda Nabi, “Jangan shalat ‘Ashr kecuali di Bani Quraizhah” mengandung makna kiasan bahwa mereka harus segera berangkat dan bergegas dalam berjalan agar cepat sampai ke tujuan. Makna itu tak menghapus ketentuan bahwa shalat ‘Ashr harus ditunaikan pada waktunya.
“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.” (QS An Nisaa’ [4]: 103)
Bagi para sahabat yang berhenti, adalah tidak mungkin melanggar batas waktu ‘Ashr dengan menunaikannya nanti. Mereka telah memperhitungkan, secepat apapun mereka gesakan, Benteng Bani Quraizhah baru akan mereka capai jauh setelah mentari terbenam. Andai menjama’ shalat ‘Ashr dengan Maghrib ada dalilnya, tentu mereka akan maju terus. Tapi tidak. Mereka memutuskan harus shalat sekarang.
Adapun para sahabat yang terus berjalan berpendapat bahwa sabda Rasulullah ﷺ itu mutlak sebagai perintah seorang panglima. Mereka tidak boleh shalat ‘Ashr kecuali di Bani Quraizhah. Dalam perintah tersebut, yang ditentukan dan ditetapkan oleh Sang Nabi adalah tempatnya, bukan waktunya. Bagi mereka, menyelisihi perintah Rasulullah ﷺ adalah kedurhakaan dan pelanggaran berat. Maka merekapun jalan terus meski belum shalat ‘Ashr dan waktunya sudah habis.
Mari perhatikan bahwa bagi mereka yang berhenti, anggota pasukan yang berjalan terus itu berdosa karena tidak shalat ‘Ashr pada waktunya. Pun sebaliknya, bagi yang melanjutkan perjalanan, para prajurit yang berhenti itu berdosa karena menyelisihi perintah Rasulullah ﷺ dengan shalat tidak di tempat yang telah beliau tentukan. Betapa rumit kedua fahaman.
Tapi apa yang terjadi ketika seusai tuntasnya tugas mereka menghadap Rasulullah ﷺ dan saling melaporkan? Nabi tak menyalahkan siapapun. Sama sekali.
Perbedaan hatta dalam hal sedahsyat ini tak terletak pada ranah "haq" dan "bathil". Yang dibicarakan adalah mana yang "tepat" dan mana yang "lebih tepat menurut kami".
Sebagai penutup, kata sahibul hikayat, satu saat ada jama'ah haji Indonesia bernama Pak Jumadi sedang melaksanakan shalat sunnah. Jama'ah dari Pakistan yang ada di sampingnya memperhatikan dengan sangat serius. Dilihatnya ada beberapa perbedaan tatacara dibanding Madzhab Hanafi yang dianutnya.
Maka seusai shalat dia bertanya, "Enta Syafi'i?"
Jama'ah Indonesia kita menjawab dengan sangat mantap sambil menjabat tangannya dengan erat, "Laa. Ana Jumadi."
Dan sang Pakistani pergi sambil berdecak-decak dan menggelengkan kepala. Mungkin dia pikir, "Madzhab macam mana pula lagi itu Jumadi?"😆
Rabu, 08 Mei 2019
Masya Allah, saksikan filem pendek tentang ABABIL yang melindungi KAABAH dari tentera kuffar ABRAHAH
Subhanallah, siapa sahaja yang membuat filem ni, ia sungguh HEBAT!
Saksikanlah sebuah filem pendek tentang kisah Abrahah dan tentera bergajah yang cuba memusnahkan KAABAH, rumah Allah.
Hatta, gajah dan kuda pun tidak sanggup bersubahat dengan tentera KUFFAR ini. Sama-sama berdoa agar tidak ada di antara kita yg bersubahat dan bersekongkol dgn orang-orang kafir untuk meruntuhkan Islam di negara kita juga.
Sudah cukup Allah hantar sekumpulan burung kecil ‘ABABIL’ sahaja untuk menghancurkan mereka semua.
Allahu Akbar ...
Subhanallah, siapa sahaja yang membuat filem ni, ia sungguh HEBAT!
Saksikanlah sebuah filem pendek tentang kisah Abrahah dan tentera bergajah yang cuba memusnahkan KAABAH, rumah Allah.
Hatta, gajah dan kuda pun tidak sanggup bersubahat dengan tentera KUFFAR ini. Sama-sama berdoa agar tidak ada di antara kita yg bersubahat dan bersekongkol dgn orang-orang kafir untuk meruntuhkan Islam di negara kita juga.
Sudah cukup Allah hantar sekumpulan burung kecil ‘ABABIL’ sahaja untuk menghancurkan mereka semua.
Allahu Akbar ...
Selasa, 07 Mei 2019
Nasihat kubur
1). Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yang gelap, maka terangilah aku dengan TAHAJUD.
2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ber SILATURAHIM.
3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca AL-QUR'AN.
4). Aku adalah tempatnya binatang-binatang yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH.
5). Aku yang menyepitkanmu hingga hancur bilamana tidak Solat,bebaskan sempitan itu dengan SALAT.
6). Aku adalah tempat untuk merendammu dengan cairan yang sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dengan PUASA.
7). Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya,maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimat" LAILAHA ILALLAH"
10 MACAM REZEKI DARI ALLAH SWT
1. Rezeki Yang Telah Dijamin
"Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya."
(QS.Huud:6)
2. Rezeki Karena Usaha
"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."
(QS.An-Najm:39)
3. Rezeki Karena Bersyukur
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu"
(QS.Ibrahim:7)
4. Rezeki Karena Bertakwa
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."
(QS. At-Thalaq:2)
5. Rezeki Karena Istighfar
"Beristighfarlah kepada TuhanMu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta."
(QS. Nuh: 10-11)
6. Rezeki Karena Menikah
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya."
(QS. an-Nur: 32)
7. Rezeki Karena Anak
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(QS. al-Isra:31)
8. Rezeki Karena Sedekah
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak."
(QS. Al- Baqarah:245)
9. Rezeki karena Silaturahim
"Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya, atau ingin dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung silaturrahim." (HR. Muslim: 4638)
10. Rezeki karena Orang yg Lemah
"Tidaklah kalian ditolong dan diberi rezeki melainkan karena adanya (do'a) orang-orang yang lemah (diantara) kalian."
(HR. Bukhari: 2681)
FASTING alias PUASA
Jangan kaget ya.. pada jam 12 s/d 18 kita akan merasa lemas.
Bersyukurlah..
Karena berarti akan dimulai satu proses yang sangat bermanfaat untuk tubuh kita.
Proses itu adalah AUTOLISIS.
Autolisis adalah proses pembuangan sel-sel yang mati atau rusak di dalam tubuh kita.
Bayangkan..
Kalau kita lagi gak puasa..
Organ pencernaan kita hampir ga pernah berhenti bekerja.
Setiap kita makan, butuh +-8 jam organ pencernaan kita bekerja.
Jam 7 sarapan pagi, maka jam 15 organ baru selesai bekerja, eh jam 12 kita sudah makan lagi.
Dari jam 12 harusnya selesai jam 20, kita makan lagi jam 19. Belum lagi kalo jam 23nya ngemil/makan mie tektek/nasi goreng.
Astagfirullah..
Kalo tubuh kita bisa ngomong..
mungkin dia akan bilang..
Boss saya resign aja yaa
Nah..
Pas kita puasa..
Sahur jam 4, organ bekerja sampai jam 12.
Jam 12 s/d jam 18, organ kita nganggur gak ada kerjaan. 6 jam lhoo..
Lumayan tuh.
Ibarat ibu-ibu di rumah..
Klo lagi gak ada kerjaan, kan suka beres-beres rumah, rapi-rapi, bersih-bersih, buang barang-barang yang gak kepake.
Nah sama.
organ kita klo lagi gak ada kerjaan, mereka akan melakukan bersih-bersih tubuh, inilah Autolisis.
Keren kan..
Inilah kenapa puasa itu sehat, bahkan in syaa Allah bisa ngobatin banyak penyakit. Maag, diabet, ginjal, bahkan kanker.
Makin banyak puasa.
Makin bersih tubuh kita..
Makin sehat kita.
In syaa Allah
Maka bahagialah kita diperintahkan puasa.
Selamat berpuasa
Semoga makin cinta menjalankan puasa
sehat selalu.
Aamiin
K E A D I L A N
Seorang pria, kurus tampak bingung di ruang tamu tanpa perabotan. Istrinya terus ngomong, kadang histeris ketika di timpalinya. Anaknya terus merengek dalam pelukan ibunya karena sakit.
Pemilik kontrakan sudah memberi ancaman yang ketiga kali. Tidak bayar sewa, keluar ! Pria itu menatap nanar ke sekelilingnya. Dia kehilangan akal untuk menenangkan istrinya. Kehilangan kekuatan bicara tentang sabar ketika dapur sejak kemarin tidak mengepul.
Anak sakit yang tak bisa dibawa ke rumah sakit, rumah kontrakan yang nunggak tiga bulan.
Pria itu pagi buta ke luar rumah. Dalam perjalanan dia melihat ada sepatu baru digeletakkan di depan rumah orang kaya.
Lihat ke kiri ke kanan, memastikan situasi aman. Dia melompat pagar rumah itu, sepatu itu diambilnya.
Malang tak dapat dielak, aksinya diketahui anjing yang menggonggong keras. Sehingga mengundang orang ramai.
Dia berlari dari kejaran orang ramai. Tertangkap, digebuki dan dibawa ke kantor polisi. Dia di hukum untuk satu kesalahan, mencuri.
Dia menjadi pesakitan karena orang kampung menghukumnya dan akhirnya negara mengadilinya.
Kini tinggalah seorang istri dengan anak yang sedang sakit. Lapar, tanpa uang, lalu pemilik kontrakan mengusirnya.
Tak peduli ke mana dia harus pergi, para tentangga tidak ada waktu memikirkan anak balita yang lapar dan ibu yang kurus tanpa penghasilan. Sementara suami di penjara. Semua punya kesibukan dan punya alasan untuk menjelaskan apa yang terjadi terhadap keluarga kecil itu. Secara moral salah ! Secara agama dianggap tidak beriman.
Benarkah?
Pernahkah kita berpikir sedikit becanda, jangan jangan, si ayah yang mencuri sepatu itu karena disuruh Tuhan untuk mengambil haknya yang selama ini dititipkan kepada orang kaya, karena para tetangga yang mampu membutakan mata dan hati kepada si fakir miskin di sekitarnya, namun ketika dia mengambil haknya, orang ramai justru marah, menghukumnya, dan negara mengadilinya berdasarkan KUHAP.
Orang ramai puas. Tapi tidak bagi Tuhan. Kamu boleh hidup dengan retorika agama dan tauhid. Boleh bicara soal aqidah. Boleh bicara soal moral dan etika. Tapi saat kamu abai kepada kaum miskin kamu tak lebih dari pendusta agama di hadapan Tuhan. Kamu sedang bermain main dengan kekuasaan Tuhan.
Kita hanya melihat apa yg ada di depan kepala kita, kita tidak pernah tahu apa penyebab sebenarnya, bahkan yang ahli ibadah, yang sering berdakwah dapat bayaran, ahli sosial, yg seiman denganmu, yang ulama, semuanya buta !
Tahukah bahwa, Tuhan tidak menilai hubungan hebatmu denganNYA. Karena Dia sudah Maha Hebat dan Kuasa, tanpa berharap disanjung dan disembah berlebihan. Tuhan, dengan kasihNYA akan melimpahkan rahmatNya kepada siapapun yang peduli kepada orang miskin, bukan hanya memberi makan tapi membantunya menuju mata air, untuk minum dan membersihkan diri.
Rahmat Allah itu diraih dengan sifat rahman yang kamu miliki, bukan dengan ber-dzikir siang malam dengan berbusa lidah saja. Pahami itu !
Bahwa tidak dikatakan beriman, bila kamu tidur sementara tetanggamu lapar. Andaikan kamu mati ketika tidur maka kamu mati dalam keadaan tak beriman. Paham !
Mari berubah, beragama dengan mengutamakan akhlak berbagi cinta dan kasih sayang. Selebihnya biarkan kekuasaan Tuhan berkerja, dan itu akan sebaik baiknya keadilan.
🤝🤝
Langganan:
Postingan (Atom)